Rabu, 05 Maret 2014

Contoh Makalah Biologi : Cara Pembuatan Tempe.

Diposting oleh Unknown di Rabu, Maret 05, 2014 6 komentar

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt.  Atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil penelitian ini sebagaimana mestinya.
          Penyelesaian laporan hasil penelitian ini menjadi salah satu tugas dalam mata pelajaran Biologi. Oleh karena itu, penyusun laporan hasil penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca tentang beberapa hal yang dibahas dalam makalah ini.
          Ucapan terima kasih penulis diucapkan kepada  guru pembimbing yang selalu memberi banyak masukan sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan juga kepada teman teman yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, meskipun namanya tidak dapat disebutkan oleh penulis saatu persatu.
          Penulis menyadari bahwa makalah ini belum terbilang dalam kata sempurna karena, keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan pada pembuatan makalah yang selanjutnya.
          Akhirnya penulis sangat  berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca terutama bagi penulis.



 Tangerang, 02 Maret 2014

                                                                                                         Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ....................................................   1
KATA PENGANTAR .....................................................  2
DAFTAR ISI ...............................................................    3
BAB I PENDAHULUA ........................................... ...    4
A.   Latar Belakang ............................................................    4
B.   Rumusan Masalah  ......................................................    4
C.   Tujuan Penulisan .........................................................    4
D.   Manfaat Penulisan .......................................................   4
BAB II PEMBAHASAN ..............................................   6
A.  Cara Pembuatan Tempe ............................................     6
B. Gambar Pembuatan Tempe ....................................      12
BAB III PENUTUP .................................................      18
A.   Kesimpulan ................................................................      18
B.   Saran ..........................................................................      18

BAB I
PENDAHULUAN
1.    LATAR BELAKANG
Tempe merupakan salah satu makanan yang sering di konsumsi oleh masyarakat.Tempe merupakan salah satu produk olahan berbasis bioteknologi. Bioteknologi merupakan bidang ilmu yang vital dan berhubungan dengan tekhnologi pertanian. Metode ini sebenarnya telah di lakukan sejak jaman dahulu, tetapi hal ini belum disadari  oleh masyarakat umum.
2.   RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat merumuskan :
a.    Bagaimanakah peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe?
b.    Bagaimanakah proses pembuatan tempe?
3.   TUJUAN
Karya ilmiah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran biologi, serta dengan tujuan agar pembaca dapat mengerti tentang gizi yang terkandung dalam kedelai setelah diolah menjadi tempe, serta pembaca dapat mengerti cara pembuatan tempe kedelai dengan baik dan benar.
Tidak lupa juga agar para siswa mengerti tentang cara mendirikan pabrik rumahan sendiri, karena ditengah sulitnya perekonomian saat ini menuntut semua orang untuk meciptakan lapangan pekerjaan sendiri bukan hanya bergantung dari pekerjaan yang diberikan orang lain kepada kita.
4.  MANFAAT PENULISAN
penulisan laporaan hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat, baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, diharapkan dapat hasil penulisan laporan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi teori bagi penulisan laporan hasil penelitian yang lain yang sejenis dengan judul laporan hasil penelitian ini.
Secara praktis, hasil penulisan makalah ini diharapkan juga dapat bermanfaat sebagai berikut :
1)    Menjadi bahan masukan berbagai pihak dalam menganalisis peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe
2)    Menjadi sumber acuan bagi masyarakat atau siapapun yang hendak melakukan penulisaan makalah dan ada kaitannya dengan pengaruh peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe serta bagaimana proses pembuatan tempe.
 
BAB II
PEMBAHASAN
1.    CARA PEMBUATAN TEMPE
a.  Cara Sederhana
Cara sederhana adalah cara pembuatan tempe yang biasa dilakukan oleh para pengrajin tempe di Indonesia. Kedelai setelah dilakukan sortasi (untuk memilih kedelai yang baik dan bersih) dicuci sampai bersih, kemudian direbus yang waktu perebusannya berbeda-beda tergantung dari banyaknya kedelai dan biasanya berkisar antara 60-90 menit.
Kedelai yang telah direbus tadi kemudian direndam semalam. Setelah perendaman, kulit kedelai dikupas dan dicuci sampai bersih. Untuk tahap selanjutnya kedelai dapat direbus atau dikukus lagi selama 45-60 menit, tetapi pada umumnya perebusan yang kedua ini jarang dilakukan oleh para pengrajin tempe. Kedelai setelah didinginkan dan ditiriskan diberi ragi tempe, dicampur rata kemudian dibungkus dan dilakukan pemeraman selama 36-48 jam
Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging.  Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat.
Teknik telah dikerjakan masyarakat Indonesia khususnya bermula dari masyarakat Jawa selama beberapa abad yang lalu  dengan prosedur pembuatannya masih sangat sederhana. Berbagai bahan dasar yang dapat digunakan dalam pembuatan tempe, tetapi yang paling populer dan paling banyak dipergunakan adalah tempe berbahan dasar kedelai.
Untuk memperoleh tempe yang berkualitas baik, maka kedelai yang digunakan juga harus yang berkualitas baik dan tidak tercampur dengan biji-bijian yang lain, seperti jagung, kacang hijau dan biji-bijian lainnya. Selain itu, prosedur pengolahan harus dilakukan dengan cermat. Proses pembuatan tempe pada dasarnya adalah proses menumbuhkan spora jamur tempe, yaitu Rhizopus sp., pada biji kedelai.
Dalam pertumbuhannya, Rhizopus sp. membentuk benang-benang yang disebut sebagai benang hifa. Benang-benang hifa ini mengikatkan biji kedalai yang satu dengan biji kedelai lainnya, sehingga biji-biji kedelai ini membentuk suatu massa yang kompak. Massa kedelai inilah yang selanjutnya disebut sebagai tempe.
Selama masa pertumbuhannya, jamur Rhizopus sp. juga menghasilkan enzim yang dapat menguraikan protein yang terdapat dalam biji kedelai, sehingga protein-protein dalam biji kedelai ini mudah dicernakan. Selama masa pertumbuhan jamur Rhizopus sp. Selain Rhizopus, diperkirakan banyak jenis mkiroorganisme lain yang mungkin turut campur, tetapi tidak menunjukkan aktifitas yang nyata.
Namun demikian, aktifitas yang nyata dari mikroorganisme yang mungkin turut campur ini akan terlihat setelah aktifitas pertumbuhan Rhizopus sp. melampaui masa optimumnya, yakni setelah terbentuknya spora-spora baru yang berwarna putih-kehitaman. Hal ini dapat diketahui, terutama pada tempe yang dibiarkan atau disimpan dalam suhu kamar, yaitu dengan terciumnya bau amoniak. Adanya bau amoniak pada tempe menunjukkan bahwa tempe tersebut mulai mengalami pembusukan. Bau amoniak ini masih terasa sekali pun tempe telah dimasak, sehingga dapat menurunkan cita rasa konsumen.
Oleh karena itu, agar diperoleh tempe yang berkualitas baik dan tahan agak lama, maka selama proses pembuatan tempe perlu diperhatikan mengenai sanitasi dan kemurnian bibit (inokulum) yang akan digunakan.
1. Alat Dan Bahan
Alat :
  1. Baskom.
  2. Saringan.
  3. Dandang.
  4. Kipas Angin /Kipas.
  5. Sotel kayu.
  6. Tampah.
  7. Kompor.
  8. Peralatan lain yang diperlukan. 
Bahan :
  1. Kacang kedelai.
  2. Ragi tempe (inokulum RAPRIMA) atau biakan murni Rhizopus sp.
  3. Kantong plastik, atau daun pisang, atau daun jati.
 Cara Kerja :
1.     Cucilah tampah, ayakan, kipas dan cukil yang akan digunakan, kemudian dikeringkan.
    1. Bersihkan kacang kedelai dari bahan-bahan lain yang tercampur, kemudian cuci hingga bersih.
    2. Rendam kacang kedelai yang telah dicuci bersih selama 12-18 jam dengan air dingin biasa (proses hidrasi agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin).
    3. Lepaskan kulit biji kedelai yang telah lunak, kemudian cuci atau bilas dengan menggunakan air bersih.
    4. Kukus / rebus biji kedelai tersebut sampai empuk.
    5. Setelah biji kedelai terasa empuk, tuangkan biji-biji tersebut pada tampah yang telah dibersihkan, lalu diangin-angin dengan kipas/ kipas angin sambil diaduk-aduk hingga biji-biji tersebut terasa hangat.
    6. Taburkan ragitempe(RAPRIMA) yang telah disiapkan sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk supaya merata (1,5 gram ragitempeuntuk 2 kg kedelai). 8. Siapkan kantong plastik atau daun pisang, atau daun jati untuk pembungkus.  Bila kantong plastik yang digunakan sebagai pembungkus, berilah lubang-lubang kecil pada kantong tersebut dengan menggunakan lidi atau garpu.
    7. Masukan kedelai yang telah diberi ragitempe(RAPRIMA) ke dalam pembungkusnya, atur ketebalannya sesuai dengan selera
    8. Proses fermentasi63256
    9.  kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau dua hari atau hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutupi jamur.
·       Catatan:
  1. Perhatikan kebersihan tempat kerja dan kebersihan peralatan kerja akan meningkatkan kualitas tempeyang dihasilkan.
  2. Suhu ruang yang lebih hangat mempercepat proses fermentasi jamur pada tempe.
·       Cara Baru
Pada prinsipnya cara pembuatan tempe dengan cara baru sama dengan cara yang lama atau tradisional dan perbedaannya adalah terletak pada tahap pengupasan kulit kedelai. Dimana pada cara lama (tradisional) kedelai direbus dan direndam bersama kulitnya atau masih utuh sedangkan pada cara yang baru sebelumnya kedelai telah dikupas kulitnya (kupas kering) dengan menggunakan alat pengupasan kedelai. Tahap-tahap selanjutnya sama dengan cara tradisional.
Tempe yang dibuat dengan cara baru warnanya (warna kedelai) lebih pucat bila dibandingkan dengan cara lama.ahal ini disebabkan –karena pada cara baru kedelai direbus dan direndam dalam keadaan sudah terkupas kulitnya sehingga ada zat-zat yang larut.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tempe adalah sebagai berikut:
  1. Oksigen.
Oksigen dibutuhkan untuk pertumbuhan kapang. Aliran udara yang terlalu cepat menyebabkan proses metabolisme akan berjalan cepat sehingga dihasilkan panas yang dapat merusak pertumbuhan kapang. Oleh karena itu apabila digunakan kantong plastik sebagai bahan pembungkusnya maka sebaiknya pada kantong tersebut diberi lubang dengan jarak antara lubang yang satu dengan lubang lainnya sekitar 2 cm.
2.    Uap air.
Uap air yang berlebihan akan menghambat pertumbuhan kapang. Hal ini disebabkan karena setiap jenis kapang mempunyai Aw optimum untuk pertumbuhannya.
3.    Suhu.
Kapang tempe dapat digolongkan kedalam mikroba yang bersifat mesofilik, yaitu dapat tumbuh baik pada suhu ruang (25-27oC). Oleh karena itu, maka pada waktu pemeraman, suhu ruangan tempat pemeraman perlu diperhatikan. 

4.    Keaktifan Laru
Laru yang disimpan pada suatu periode tertentu akan berkurang keaktifannya. Karena itu pada pembuatan tape sebaiknya digunakan laru yang belum terlalu lama disimpan agar dalam pembuatan tempe tidak mengalami kegagalan.
Untuk  membuat tempe dibutuhkan inokulum atau laru tempe atau ragi tempe. Laru tempe dapat dijumpai dalam berbagai bentuk misalnya bentuk tepung atau yang menempel pada daun waru dan dikenal dengan nama Usar. Laru dalam bentuk tepung dibuat dengan cara menumbuhkan spora kapang pada bahan, dikeringkan dan kemudian ditumbuk. Bahan yang akan digunakan untuk sporulasi dapat bermacam-macam seperti tepung terigu, beras, jagung, atau umbi-umbian.
Berdasarkan atas tingkat kemurniannya, inokulum atau laru tempe dapat dibedakan atas: inokulum murni tunggal, inokulum campuran, dan inokulum murni campuran. Adapun perbedaannya adalah pada jenis dan banyaknya mikroba yang terdapat dan berperan dalam laru tersebut.
Mikroba yang sering dijumpai pada laru tempe adalah kapang jenis Rhizopus oligosporus, atau kapang dari jenis R. oryzae. Sedangkan pada laru murni campuran selain kapang Rhizopus oligosporus, dapat dijumpai pula kultur murni Klebsiella. Selain bakteri Klebsiella, ada beberapa jenis bakteri yang berperan pula dalam proses fermentasi tempe diantaranya adalah: Bacillus sp.,Lactobacillus sp., Pediococcus sp., Streptococcus sp., dan beberapa genus bakteri yang memproduksi vitamin B12. Adanya bakteri Bacillus sp pada tempe merupakan kontaminan, sehingga hal ini tidak diinginkan.
Pada tempe yang berbeda aslinya sering dijumpai adanya kapang yang berbeda pula (Dwidjoseputro dan Wolf, 1970). Jenis kapang yang terdapat pada tempe Malang adalah R. oryzae., R. oligosporus., R. arrhizus dan Mucor rouxii. Kapang tempe dari daerah Surakarta adalah R. oryzaei dan R. Stolonifer sedangkan pada tempe Jakarta dapat dijumpai adanya kapang Mucor javanicus.,Trichosporon pullulans., A. niger dan Fusarium sp. Masing-masing varietas dari kapang Rhizopus berbeda reaksi biokimianya, hal ini terutama disebabkan adanya perbedaan dari enzim yang dihasilkan. Pektinase hanya disintesa oleh R. arrhizus dan R. stolonifer. Sedangkan enzim amilase disintesa oleh R. oligosporus dan R. oryzae tetapi tidak disintesa oleh R. arrhizus.

Selama proses fermentasi, kedelai akan mengalami perubahan baik fisik maupun kimianya. Protein kedelai dengan adanya aktivitas proteolitik kapang akan diuraikan menjadi asam-asam amino, sehingga nitrogen terlarutnya akan mengalami peningkatan. Dengan adanya peningkatan dari nitrogen terlarut maka pH juga akan mengalami peningkatan. Nilai pH untuk tempeyang baik berkisar antara 6,3 sampai 6,5. Kedelai yang telah difermentasi menjadi tempe akan lebih mudah dicerna. Selama proses fermentasi karbohidrat dan protein akan dipecah oleh kapang menjadi bagian-bagian yang lebih mudah larut, mudah dicerna dan ternyata bau langu dari kedelai juga akan hilang.
Kadar air kedelai pada saat sebelum fermentasi mempengaruhi pertumbuhan kapang. Selama proses fermentasi akan terjadi perubahan pada kadar air dimana setelah 24 jam fermentasi, kadar air kedelai akan mengalami penurunan menjadi sekitar 61% dan setelah 40 jam fermentasi akan meningkat lagi menjadi 64% (Sudarmaji dan Markakis, 1977).
Perubahan-perubahan lain yang terjadi selama fermentasi tempe adalah berkurangnya kandungan oligosakarida penyebab flatulence. Penurunan tersebut akan terus berlangsung sampai fermentasi 72 jam.
Selama fermentasi, asam amino bebas juga akan mengalami peningkatan dan peningkatannya akan mencapai jumlah terbesar pada waktu fermentasi 72 jam (Murata et al., 1967). Kandungan serat kasar dan vitamin akan meningkat pula selama fermentasi kecuali vitamin B1 atau yang lebih dikenal dengan thiamin (Shurtleff dan Aoyagi).
  
  1. GAMBAR PEMBUATAN TEMPE
                                                   
                                             Siapkan kacang kedelai sebanyak 1 kg.

                                                  
                                                  Dan ragi tempe sebanyak 2 gram.
                                                   
 Cuci bersih kacang kedelai dan rendam selama 24 jam.
                                                    
Setelah direndam selama 24 jam, kacang kedelai mekar seperti yang terlihat seperti gambar diatas ini.
                                                      
                                               
  Mulailah meremas-remas kacang kedelai agar kulit arinya lepas.
                        
Setelah bersih, tuangkan kacang kedelai ke dalam panci dan beri air secukupnya. Rebus kacang kedelai selama kurang lebih 30 menit. Selama kacang kedelai direbus akan muncul buih putih seperti gambar diatas ini.
           
Setelah direbus selama 30 menit, buang air yang tersisa di dalam panci. Kemudian, taruh kembali panci yang tinggal berisikan kacang kedelai diatas kompor. Aduk-aduk, jangan sampai hangus. Proses ini dilakukan untuk mengeringkan kacang kedelai. Jangan terlalu lama – karena kacang mudah hangus.
                                             
 Tuang kacang kedelai ke wadah yang memudahkan kacang kedelai menjadi dingin.

                                            
 Setelah dingin, taburkan ragi tempe sebanyak 2 gram dan aduk rata.

                                            
Siapkan plastik dengan ukuran sesuai selera. Masukkan kacang kedelai ke dalam plastik hingga ketebalan kira-kira 2-3 cm.

                                                       
Tutup plastik : dapat mempergunakan cara seperti gambar diatas dengan lilin.
                                                      
Kemudian lubangi plastik yang telah berisi kacang kedelai dengan menggunakan pisau – kira-kira 8 lubang untuk setiap sisi atas dan sisi bawah.

                                                      
 Simpan tempe didalam lemari (gambar diatas mempergunakan lemari dapur). Alas yang dipakai untuk menyimpan adalah rak lemari es yang diganjal bagian bawahnya, sehingga ada sirkulasi udara. Diamkan selama kurang lebih 36 jam.


                                                     

  Setelah 36 jam, tempe siap diolah.

 
BAB III
PENUTUP
1.    KESIMPULAN.
Berdasarkan uraian dari makalai ini, dapat disimpulkan bahwa pabrik rumahan atau usaha sendiri sangatlah menunjang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, serta dapat pula menciptakan manusia yang kreatif, cerdas, dan berusaha untuk maju, dan juga dapat memberikan masukan kepasa pembaca untuk dapat sekiranya menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
2.   SARAN.
Bagi masyarakat luas pada umumnya dan bagi para siswa khususnya, bahwasanya kekayaan alamIndonesia sangatlah melimpah, untuk mencerdaskan anak bangsa serta mencukupi sebagian gizinya, kedelai sangatlah besar manfaatnya.
Untuk itu diharapkan cara-cara yang telah disampaikan penulis semoga dapat berguna bagi semua pembaca yang budiman.










Selasa, 11 Februari 2014

Macam-macam majas dan contohnya

Diposting oleh Unknown di Selasa, Februari 11, 2014 0 komentar
                                                  Majas ( Gaya Bahasa )
        Majas adalah bentuk kiasan atau bahasa yang indah yang di tunjukan untuk meningkatkan efek tertentu.
Majas terbagi 4 yaitu :

A. Majas Perbandingan

1. Personifikasi
   Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-bendatidak bernyawa seolah-olah bernyawa.
Contoh : - Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
             - Daun kelapa melambai-lambai di tepi pantai.

2. Metafora
    Majas metafora adalah majas perbandingan yang diungkapkan secara singkat dan padat.
Contoh : - Anak emas itu mulai buat ulah.
             - Pria itu menjadi kutu buku di sekolahan.

3. Perumpamaan atau Asosiasi
    Majas asosiasi adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama.
Contoh : - Semangatnya keras bagaikan baja.
              - Wajahnya bagai   bulan purnama.

4. Alegori
    Majas alegori adalah majas perbandingan tang bertautan satu dengan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
Contoh : - Hati-hatilah kamu dalam mendayung bahtera rumah tangga, mengarungi lautan kehidupan yang penuh dengan badai dan gelombang.

 5.  Simbolik
      Majas simbolik adalah  majas yang melukiskan sesuatu dengan

mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.

Contoh: - Ia terkenal sebagai buaya darat.


             - Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
6. Simile  
    Majas simile adalah Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang
dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya,
bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".  
Contoh : Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila
yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

7. Depersonifikasi
Majas depersonifikasi adalah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat suatu
benda tak bernyawa pada manusia atau insan. Biasanya memanfaatkan
kata-kata: kalau, sekiranya, jikalau, misalkan, bila, seandainya, seumpama. 
Contoh: Kalau engkau jadi bunga, aku jadi tangkainya.
  8. Antitesis
Majas antitesis adalah gaya bahasa yang mengandung gagasan-gagasan yang
bertentangan. 
Contoh: Dia gembira atas kegagalanku dalam ujian. 
9. Pleonasme dan Tautologi 
    Majas Pleonasme adalah penggunaan kata yang mubazir yang sebesarnya 
tidak perlu. 
Contoh: Capek mulut saya berbicara. 
    Majas Tautologi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata atau frase
yang searti dengan kata yang telah disebutkan terdahulu. 
Contoh: Apa maksud dan tujuannya datang ke mari? 
10. Perifrasis 
  Majas Perifrasis adalah gaya bahasa yang dalam pernyataannya sengaja
menggunakan frase yang sebenarnya dapat diganti dengan sebuah kata saja. 
Contoh: Wita telah menyelesaikan sekolahnya tahun 1988 (lulus).
   
11. Antisipasi (prolepsis) 
   Majas Antisipasi adalah gaya bahasa yang dalam pernyataannya
menggunakan frase pendahuluan yang isinya sebenarnya masih akan dikerjakan
atau akan terjadi. 
Contoh: Aku melonjak kegirangan karena aku mendapatkan piala kemenangan.
  12. Koreksio (epanortosis) 
      Majas Koreksio adalah gaya bahasa yang dalam pernyataannya mula-mula 
ingin menegaskan sesuatu. Namun, kemudian memeriksa dan memperbaik 
yang mana yang salah. 
Contoh: Silakan Riki maju, bukan, maksud saya Rini!
 
B. Majas Pertentangan 
1. Hiperbola 
  Hiperbola adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebih
lebihan baik jumlah, ukuran, ataupun sifatnya dengan tujuan untuk menekan,
memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya. 
Contoh: Pemikiran-pemikirannya tersebar ke seluruh dunia.
 2. Litotes 
  Litotes adalah majas yang berupa pernyataan yang bersifat mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. 
Contoh: Apa yang kami berikan ini memang tak berarti buatmu.
  
3. Ironi  
   Ironi ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang isinya bertentangan
dengan kenyataan yang sebenarnya. 
Contoh: Bagus benar rapormu Bar, banyak merahnya.
  
4. Oksimoron  
  Oksimoron ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang di dalamnya
mengandung pertentangan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan
dalam frase atau dalam kalimat yang sama. 
Contoh: Olahraga mendaki gunung memang menarik walupun sangat membahayakan. 
 5. Paronomosia 
   Paronomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang berisi penjajaran
kata-kata yang sama bunyinya, tetapi berlainan maknanya. 
Contoh: Bisa ular itu bisa masuk ke sel-sel darah.
  6. Zeugma dan Silepsis 
     Zeugma ialah gaya bahasa yang menggunakan dua konstruksi rapatan dengan
cara menghubungkan sebuah kata dengan dua atau lebih kata lain. Dalam
zeugma kata yang dipakai untuk membawahkan kedua kata berikutnya
sebenarnya hanya cocok untuk salah satu dari padanya. 
Contoh: Kami sudah mendengar berita itu dari radio dan surat kabar. 
Dalam silepsis kata yang dipergunakannya itu secara gramatikal benar, teta
kata tadi diterapkan pada kata lain yang sebenarnya mempunyai makna lain.  
Contoh: Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya.
 7. Satire 
      Satire ialah gaya bahasa sejenis argumen atau puisi atau karangan yang
berisi kritik sosial baik secara terang-terangan maupun terselubung. 
Contoh:     Jemu aku dengan bicaramu
                Kemakmuran, keadilan, kebahagiaan
               Sudah sepuluh tahun engkau bicara 
               Aku masih tak punya celana
              Budak kurus pengangkut sampah 
8. Inuendo 
       Inuendo ialah gaya bahasa yang berupa sindiran dengan mengecilkan
kenyataan yang sebenarnya. 
Contoh: Dia memang baik, cuma agak kurang jujur.

9. Antifrasis 
    Antifrasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan
sebuah kata dengan makna kebalikannya. Berbeda dengan ironi, yang berupa
rangkaian kata yang mengungkapkan sindiran dengan menyatakan kebalikan
dari kenyataan, sedangkan pada antifrasis hanya sebuah kata saja yang
menyatakan kebalikan itu. 
Contoh Antifrasis: Lihatlah sang raksasa telah tiba (maksudnya si cebol). 
Contoh ironi: Kami tahu bahwa kau memang orang yang jujur sehingga 
tak ada satu orang pun yang percaya padamu.

10. Paradoks 
      Paradoks ialah gaya bahasa yang mengandung pertentangan yang nyata
dengan fakta-fakta yang ada. 
Contoh: Teman akrab adakalanya merupakan musuh sejati.

11. Klimaks 
       Klimaks ialah gaya bahasa yang berupa susunan ungkapan yang makin lama
makin mengandung penekanan atau makin meningkat kepentingannya dari
gagasan atau ungkapan sebelumnya. 
Contoh: Hidup kita diharapkan berguna bagi saudara, orang tua, nusa bangsa dan
negara.

12. Anti klimaks 
        Antiklimaks ialah suatu pernyataan yang berisi gagasan-gagasan yang
disusun dengan urutan dari yang penting hingga yang kurang penting. 
Contoh: Bahasa Indonesia diajarkan kepada mahasiswa, siswa SLTA, SLTP, 
dan SD. 
13. Apostrof 
       Apostrof ialah gaya bahasa yang berupa pengalihan amanat dari yang hadir
kepada yang tidak hadir.  
Contoh: Wahai dewa yang agung, datanglah dan lepaskan kami dari cengkraman
durjana.

14. Anastrof atau inversi 
    Anastrof ialah gaya bahasa retoris yang diperoleh dengan membalikkan
susunan kata dalam kalimat atau mengubah urutan unsur-unsur konstruksi
sintaksis.  
Contoh: Diceraikannya istrinya tanpa setahu saudara-saudaranya.

15. Apofasis 
      Apofasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang tampaknya
menolak sesuatu, tetapi sebenarnya justru menegaskannya. 
Contoh : Sebenarnya saya tidak sampai hati mengatakan bahwa anakmu \kurang
ajar.

16. Histeron Proteran 
      Histeron Proteran ialah gaya bahasa yang isinya merupakan kebalikan dari
suatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.   
Contoh : Jika kau memenangkan pertandingan itu berarti kematian akan kau
alami. 
 17. Hipalase 
        Hipalase ialah gaya bahasa yang berupa sebuah pernyataan yang 
menggunakan kata untuk menerangkan suatu kata yang seharusnya lebih tepat
dikarenakan kata yang lain. 
Contoh: Ia duduk pada bangku yang gelisah.
  18. Sinisme 
    Sinisme ialah gaya bahasa yang merupakan sindiran yang berbentuk
kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan atau ketulusan hati. 
Contoh: Anda benar-benar hebat sehingga pasir di gurun sahara pun dapat 
Anda hitung.

19. Sarkasme 
       Sarkasme ialah gaya bahasa yang mengandung sindiran atau olok-olok yang
pedas atau kasar. 
Contoh: Kau memang benar-benar bajingan. 
C. Majas Perulangan
 1. Aliterasi 
    Aliterasi ialah sejenis gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan pada
suatu kata atau beberapa kata, biasanya terjadi pada puisi. 
Contoh: Kau keraskan kalbunya
             Bagai batu membesi benar
             Timbul telangkai bertongkat urat 
             Ditunjang pengacara petah pasih
2. Asonansi 
    Asonansi ialah sejenis gaya bahasa refetisi yang berjudul perulangan vokal,
pada suatu kata atau beberapa kata. Biasanya dipergunakan dalam puisi untuk
mendapatkan efek penekanan. 
Contoh:  Segala ada menekan dada
              Mati api di dalam hati
              Harum sekuntum bunga rahasia 
             Dengan hitam kelam 
3. Antanaklasis 
  Antanaklasis ialah sejenis gaya bahasa yang mengandung perulangan kata
dengan makna berbeda. 
Contoh: Karena buah penanya itu menjadi buah bibir orang. 
4.  Kiasmus 
   Kiasmus ialah gaya bahasa yang berisikan perulangan dan sekaligus
merupakan inversi atau pembalikan susunan antara dua kata dalam satu
kalimat. 
Contoh: Ia menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah. 
5. Epizeukis 
  Epizeukis ialah gaya bahasa perulangan yang bersifat langsung. Maksudny
kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut. 
Contoh: Ingat kami harus bertobat, bertobat, sekali lagi bertobat. 
6. Tautotes 
   Tautotes ialah gaya bahasa perulangan yang berupa pengulangan sebuah kata
berkali-kali dalam sebuah konstruksi. 
Contoh: Aku adalah kau, kau adalah aku, kau dan aku sama saja.
 7.  Anafora 
    Anafora ialah gaya bahasa repetisi yang merupakan perulangan kata pertama
pada setiap baris atau kalimat. 
Contoh:  Kucari kau dalam toko-toko. 
Kucari kau karena cemas karena sayang
Kucari kau karena sayang karena bimbang. 
Kucari kau karena kaya mesti diganyang.

8. Epistrofa (efifora)
   Epistrofa ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pada akhir baris atau kalimat
berurutan.
Contoh: Ibumu sedang memasak di dapur ketika kau tidur.
              Aku mencercah daging ketika kau tidur.

9.  Simploke
   Simploke ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan awal dan akhir beberapa baris (kalimat
secara berturut-turut).
Contoh: Ada selusin gelas ditumpuk ke atas. Tak pecah.
              Ada selusin piring ditumpuk ke atas. Tak pecah.
              Ada selusin barang lain ditumpuk ke atas. Tak pecah.

10. Mesodiplosis
     Mesodiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa pengulangan kata atau frase di tengah-tengah
baris atau kalimat secara berturut-turut.
Contoh:  Pendidik harus meningkatkan kecerdasan bangsa.
               Para dokter harus meningkatkan kesehatan masyarakat.

11. Epanalepsi
    Epanalepsis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada akhir baris,
klausa, atau kalimat.
Contoh: Saya akan berusaha meraih cita-cita saya. 

 12. Anadiplosis
      Anadiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang kata atau frase terakhir dari suatu kalimat atau klausa
menjadi kata atau frase pertama pada klausa atau kalimat berikutnya.
Contoh: Dalam raga ada darah
              Dalam darah ada tenaga
              Dalam tenaga ada daya
              Dalam daya ada segalanya
 D. Gaya Bahasa Pertautan 
1. Metonimia 
  Metonimia ialah gaya bahasa yang menggunakan nama barang, orang, hal, atau ciri sebagai pengganti barang itu sendiri.
Contoh: Parker jauh lebih mahal daripada pilot.

2. Sinekdoke            
Sinekdoke ialah gaya bahasa yang menyebutkan nama sebagian sebagai nama pengganti barang sendiri. 
Contoh Sinekdoke pars pro toto: Lima ekor kambing telah dipotong pada acara itu.
 Contoh Sinekdoke totem pro parte: Dalam pertandingan itu Indonesia menang satu lawan Malaysia.  

3. Alusio
 Alusia ialah gaya bahasa yang  menunjuk secara tidak langsung ke suatu pristiwa atau tokoh yang telah umum dikenal/ diketahui orang.
Contoh: Apakah peristiwa Madiun akan terjadi lagi di sini?

4. Eufimisme
Eufimisme ialah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasa lebih kasar yang dianggap merugikan atau yang tidak menyenangkan.
Contoh: Tunasusila sebagai pengganti pelacur.

5. Eponim
 Eponim ialah gaya bahasa yang menyebut nama seseorang yang begitu sering dihubungkan dengan sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.
 Contoh: Dengan latihan yang sungguh saya yakin Anda akan menjadi Mike Tyson.

 6. Antonomasia
 Antonomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan gelar resmi atau jabatan sebagai pengganti nama diri.
Contoh: Kepala sekolah mengundang para orang tua murid.\

7. Epitet
 Epitet ialah gaya bahasa yang berupa keterangan yang menyatakan sesuatu sifat atau ciri yang khas dari seseorang atau suatu hal.
Contoh: Putri malam menyambut kedatangan remaja yang sedang mabuk asmara. 

8. Erotesis
 Erotesis ialah gaya bahasa yang berupa pertanyaan yang tidak menuntut jawaban sama sekali.
Contoh: Tegakah membiarkan anak-anak dalam kesengsaraan? 

9. Paralelisme
 Paralelisme ialah gaya bahasa yang berusaha menyejajarkan pemakaian  kata-kata atau frase-frase yang menduduki fungsi yang sama dan memiliki bentuk gramatikal yang sama. Contoh: + Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk, tetapi juga harus diberantas.
     - Bukan saja  perbuatan itu harus dikutuk, tetapi juga harus memberantasnya (Ini   contoh yang tidak baik). 

10. Elipsis
 Elipsis ialah gaya bahasa yang di dalamnya terdapat penanggalan atau penghilangan salah satu atau beberapa unsur penting dari suatu konstruksi sintaksis.
Contoh:       Mereka ke Jakarta minggu lalu (perhitungan prediksi).
                                Pulangnya membawa oleh-oleh banyak sekali (Penghilangan subyek).
                                Saya sekarang sudah mengerti ( Penghilangan obyek).
                                Saya akan berangkat (penghilangan unsur Keterangan).
                                Mari makan!(penghilangan subyek dan obyek). 

11. Gradasi
Gradasi ialah gaya bahasa yang mengandung beberapa kata (sedikitnya tiga kata)  yang diulang dalam konstruksi itu.
Contoh: Kita harus membangun, membangun jasmani dan rohani, rohani yang kuat dan tangguh, dengan ketangguhan itu kita maju. 
  12. Asindeton
 Asindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau suatu  konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar, tetapi tidak dihubungkan dengan kata-kata penghubung.
Contoh: Ayah, ibu, anak merupakan inti dari sebuah keluarga.   
   
          13. Polisindeton
   Polisindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau sebuah konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar dan dihubungkan dengan kata-kata penghubung. 
Contoh: Pembangunan memerlukan sarana dan prasarana juga dana serta kemampuan pelaksana. 
14. Invers 
      Invers adalah majas yang dinyatakan oleh pengubahan susunan kalimat.
contoh : Bapak saya Tentara => Tentara bapak saya.
              Dia siapa => Siapa dia.
 

Ika Melya Astuti Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei