Kamis, 17 April 2014

naskah drama bahasa indonesia tema kejujuran ( praktek bahasa indonesia kelas IX.1 SMPN 12 TANGERANG)

Diposting oleh Unknown di Kamis, April 17, 2014


TUGAS UJIAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
“NASKAH DRAMA“


Di susun oleh :
1.  Ika Melya Astuti.
2.  Ilham Pratama.
3.  Kurniadi Setiabudi.
4.  Lailatusshofa.
5.  Siti Nuriyah.
6.  Wahyu Nugroho.
Kelas: IX.1.
Pembimbing : Ibu Farida S.pd.




SMP NEGERI 12 TANGERANG
TAHUN AJARAN 2013/2014


KERANGKA DRAMA
1. Tema : Kejujuran.
2. Alur : Alur maju.
a. Eksposisi :
1. Ika Melya Astuti sebagai Ika.
2. Ilham Pratama sebagai Ilham.
3. Kurniadi Setiabudi sebagai Kurniadi.
4. Lailatusshofa sebagai Lala ( mama Wahyu ).
5. Siti Nuriyah sebagai Siti ( kakak Wahyu ).
6. Wahyu Nugroho sebagai Wahyu.
      b. Konflik : Wahyu menemukan sebuah dompet yang terjatuh tidak jauh dari halaman   
                         sekolah.
 c. Komplikasi : Ilham menghasut Wahyu agar Wahyu tidak mengembalikan dompet   
                          tersebut kepada pemiliknya.
d. Klimaks : Wahyu dan Ilham ketahuan oleh Kurniadi sedang membagi bagi dua
                    uang yang bukan milik mereka.
e. Antiklimak : Kurniadi menasehati Wahyu dan Ilham agar tidak memakan hak orang  
                         lain dengan mengembalikan dompet tersebut kepada si pemiliknya.
f. Konklusi : Wahyu dan Ilham kemudian pergi untuk mengembalikan dompet
                     tersebut kepada pemiliknya.
3. Perwatakan/penokohan :
a. Protagoni : Wahyu.
b. Antagonis : Ilham.
c. Tritagonis : Kurniadi.
d. Figuran : - Ika.
                    - Lala ( mama Wahyu ).
                                  - Siti ( kakak Wahyu ).
4. Latar :
a. Tempat :  Didekat halaman sekolah dan dirumah Wahyu.
b. Waktu/ruang :Siang hari
c. Sosial : Ilham krmbali ke kelas untuk mengambil buku miliknya yang tertinggal di
                kelas.
5. Amanat : Kita harus segera mengembalikan barang orang lain yang bukan menjadi hak kita
                    meskipun kita menemukannya secara tidak sengaja.

Naskah Drama.
Sejumlah siswa keluar dari ruang kelas untuk pulang. Wahyu dan Ilham lantas pulang kerumah masing-masing dimana meraka adalah tetangga. Tiba-tiba Ilham kembali ke kelas untuk mengambil bukunya yang tertinggal di kelas.
Ilham    : Wahyu, buku tulisku ketinggalan di kelas. Aku ke kelas dulu yaa !
Wahyu  : Ya sudah. Cepat, jangan lama-lama. Nanti bisa telat sampai rumah!
Ilham    : Ok, tidak lama kok .
Wahyu : Ya sudah cepaat! (sambil sewet).

Wahyu melihat sesuatu di pinggir jalan di dekat halaman.

Wahyu  : Apa  itu? Sepertinya bukan barang berharga ?         
    Tidak lama kemudian Ilham menyusul Wahyu !
Ilham   :   Apa itu? Dompet ! Dompet siapa memang? Dimana kamu
                menemukannya? Kapan kamu menemukannya ?
                Atauuuuuu,,,, jangan-jangan kamuuu ! (sambil berfikir negatif).
Wahyu  : A
pa maksudmu ? Jika bertanya yang betul.
                Aku menemukan dompet ini dan aku juga belum tahu siapa pemiliknya,
                karena aku belum membukannya .
Ilham    : Ya sudah cepat dibuka!
Wahyu  : Iya-iya sabar sebentar ! (sambil membuka dompetnya).
Wahyu dan
Ilham : Wow..Banyak sekali uangnya!
Wahyu  : Ada kartu identitasnya!
Ilham     : Benar, sepertinya itu K
artu Pelajar punya sipemilik dompetnya !
Wahyu  : Ya benar, kartu ini ada dari dalam dompetnya.
                Dan rumahnya juga tidak jauh dari sini kok. Mari kita kembalikan!
Ilham    : Untuk apa juga harus di kembalikan, kita ini tidak sengaja 
                menemukannya. Sudahlah, lebih baik kita bagi dua saja uangnya.
Wahyu  : Tidak mau aku, dosa tahu.
Ilham    :  Ya siapa suruh dia menjatuhkan dompet itu.
Wahyu  : Kalau kamu memaksa, ya sudah kita bagi dua.
Ilham     : Ya sudah bagi dua sekarang saja!
Wahyu  : Jangan. Nanti saja dirumahku. Lebih baik sekarang kamu pulang dulu.
Ilham     : Benar ya, dibaginya nanti. Jangan dijajanin duluan!!
Wahyu  : Iya, tidak akan aku pakai uang ini. Yasudah sampai bertemu nanti ya.

Lalu mereka berdua pulang. Selang 2 jam kemudian Ilham main kerumah
Wahyu  untuk  mengajak  Wahyu bermain.

Ilham  : Wahyu, apa kamu mau bermain ! (Sambil mengetuk pintu rumah Wahyu).
Siti      : Eh, kamu Ilham ! Silahkan masuk! Wahyu sedang di beri tugas oleh
             mamanya untuk mengerjakan pr dulu baru boleh main!
Ilham  : Iya, kak . Makasih. Yasudah aku tunggu Wahyu untuk mengerjakan pr nya.
Siti      : Ilham mau minum apa? Kakak buatkan ya!
Ilham  : Jangan kak, nanti merepotkan kakak. Lagi pula saya kesini hanya ingin bermain
            dengan Wahyu.
Siti      : Tidak merepotkan Ham, ya kamu sambil menunggu Wahyu. Ayo mau minum apa?
Ilham : Iya kak. Ya sudah Seadanya saja agar tidak merepotkan kakak!
Siti     : Ok, tunggu sebentar ya Ilham. Sambil menunggu Wahyu, kamu baca-baca koran saja
            dulu.
Ilham : Iya kak, terimakasih.

          Tiba-tiba mama Wahyu datang menghampiri Ilham di ruang tamu.

Lala     : Eh, ada nak Ilham, sudah lama disini?
Ilham  : Baru saja tante. Tante apa kabar?
Lala     : Alhamdulillah baik Ham. Ilham sendiri bagaimana kabarnya?
Ilham  : Alhamdulillah baik juga tan. Oh iya, Wahyu nya masih lama tidak tan ?
Lala     : Oh baguslah kalau begitu. Gak kok Wahyunya bentar lagi juga selesai.
              Ilham mau mengajak Wahyu bermain ya ?
Ilham : Iya tan. Tante, Ilham ingin bertanya lagi, boleh tidak?
Lala     : Tentu. Memangnya Ilham ingin bertanya apa?
Ilham  : Kenapa Wahyu mengerjakan pr nya sekarang tante? Kan nanti malam juga   
              bisa untuk mengerjakan pr nya!
Lala     : Kalau nanti malam biasanya Wahyu tidurnya cepat. Jadi, harus mengerjakannya
             sekarang, agar nanti malam hanya mengulang  kembali pembahasan saja.
Ilham  : Oh, begitu ya tante. Ya sudah Ilham tunggu saja.
Lala     : Iya, di tunggu saja, sebentar lagi juga sudah selesai kok .
Siti       : Ini minumnya Ham. Lekas diminum ya, ma’af hanya sekedar ini saja.
Ilham   : Iya kak ,makasih, ini juga sudah cukup kak.
Siti        : Mam, bukannya sekarang ada jadwal arisan? Kok belum berangkat.?
Lala      : Astaghfirullah, mama lupa. Ya sudah sekarang mama lekas berangkat.
Siti       : Kok mama berangkatnya buru-buru sekali. Gak makan dulu mam?
Lala      : Iya, karena 10 menit lagi arisannya di mulai kak. Mama sudah makan tadi.
              Ya sudah mama berangkat dulu ya kak.
Siti       : Ya sudah hati-hati ya mam.
Lala     :  Iya kak.Wahyu, mama pergi dulu ya. (bergegas pergi meninggalkan rumah).
Wahyu : Iya mam, hati-hati ya.
Lala      : Ya sudah Ilham, tante pergi dulu ya, tunggu saja Wahyunya!
Ilham   : Iya tante aku tunggu Wahyunya.
Lala      : Jaga rumah baik-baik ya kak !
Siti        : Iya, siap mam. ( Siti & Ilham mencium tangan mama Wahyu)
Lala      : Assalamu’alaikum.
Siti/Ilham : Wa’alaikum salam.

Tidak lama kemudian, Wahyu menghampiri Ilham yang sudah menunggunya.
(setelah menyelesaikan PR nya).

Ilham    : Wahyu, kenapa kamu lama sekali ? Padahal kalau aku cepat mengerjakan   
                pr seperti itu.
Wahyu  : Maaf ya Ham, lama menunggunya, karena soal yang diberikan sulit untuk di
                pahami?
Ilham    : Iya, tidak apa-apa, dari tadi aku menunggu kamu sampai tubuhku berlumut.
                HAHAHAHA, bercanda.(sambil menepuk bahu Wahyu).

                Mereka berdua lantas duduk di depan rumah yang akan membagi dua uang hasil penemuan dompet di pinggir jalan tadi siang.

Ilham     : Cepat buka dompetnya, lama sekali membukannya!
Wahyu  : Iya tunggu sebentar, ini uangnya ada 500 ribu. Kamu 250 ribu, aku 250 ribu.

           Tidak lama berselang Kurniadi datang kerumah Wahyu untuk mengerjakan tugas skripsinya bersama Siti. (teman dekat kakaknya Wahyu).

Kurniadi : Hai Wahyu/Ilham. Sedang apa ? Biasanya kalian main diluar,   
                 tumben pada main disini. Ilham/Wahyu itu apa ?
                 Uang siapa? kok banyak sekali ?
Ilham      : Ya uang kita mas, masa uang orang kita bawa.
Kurniadi : Tidak  mungkin. Kalian masih anak-anak, masa mempunyai uang
                 sebanyak itu. Mas tanya kak Siti ya!
Wahyu   : Jangan Mas, jangan. Sebenarnya ini bukan uang kita mas,
                 kita menemukannya dijalan tadi siang sehabis kita pulang sekolah.
Kurniadi : Kenapa tidak dikembalikan kepada pemiliknya ?!
Wahyu   : Aku sudah berfikir begitu mas, tapi Ilham memaksa dan    
                 mengajak aku untuk membagi dua uang ini.
Kurniadi : Coba mas liat alamat pemiliknya!(penasaran).
Wahyu   : Tadi maksud Wahyu ingin mengembalikan ke pemiliknya Mas.
                 Tapi Ilham melarangnya, agar membagi dua uang ini.
Kurniadi : Tidak boleh gitu dek, itu namanya merampas hak orang lain      
                  meskipun kalian menemukan secara tidak sengaja, yang bersangkutan  
                  pasti juga membutuhkannya.
Wahyu   :  Aku sudah bilang ke Ilham seperti itu, tapi dianya masih memaksa.
Kurniadi : Ya sudah. sebaiknya kalian kembalikan ini dompet sekarang kepada              
                  pemiliknya.
Ilham     : Ma’af mas Adi, aku emang salah. Mari kita kembalikan dompet ini!

Beberapa lama kemudian, mama Wahyu pulang ke rumah dan menghampiri mereka, mereka menyambut dengan mencium tangan mama Wahyu.

Lala         : Assalamuailaikum, ada Kurniadi disini, ada perlu apa Kur, tumben kesini ?
Wahyu, Ilham, dan Kurniadi : Waalaikum salam.
Kurniadi : Iya tante,saya ingin membuat skripsi dengan Siti,
                 tetapi Ilham dan Wahyu lagi ada masalah, tan!

Wahyu dan Ilham menunduk sambil melihat ke arah dompet karena mereka takut dimarahi. Dan kakak pun keluar untuk mengetahui kenapa berisik diluar.

Siti         : Emmm,, mama sudah pulang arisan ! (sambil salim).
Lala        : Sudah kak, untung tadi mama tidak terlambat arisannya.
Siti          : Oh bagus deh mam.
     Ada apa ini ? kenapa pada diluar? Ada kurniadi pula !
Kurniadi : Ini masalahnya, Ilham dan Wahyu menemukan dompet,
                 tetapi mereka tidak mau mengembalikan kepada pemiliknya, padahal
                 rumah pemiliknya tidak jauh dari sini.
Lala        : Emm, kenapa kalian seperti itu ? cepat kembalikan dompet itu pada
                 pemiliknya ! nanti si pemilik dompet itu kebingungan mencari dompet miliknya.
Wahyu   : Iya mam. Ayo kita kembalikan dompet  ini !
Kurniadi : Ya sudah, hati-hati ya dek  di jalan ! jangan sampai uangnya di bagi dua di jalan.
Ilham dan Wahyu : Iya mas, tidak akan kita bagi dua uangnya. makasih ya mas atas sarannya.
Kurniadi : Iya sama-sama dek. Memang sudah seharusnya seperti itu.

        Mereka berdua lantas pergi kerumah pemilik dompet tersebut dengan maksud untuk mengembalikannya. Kemudian, Mama, Siti, dan Kurniadi masuk ke dalam rumah.

Ilham   : Assalamu’alaikum.
Ika        : Waalaikum salam, Siapa ya ? (sambil membuka pintu).
Ilham    : Ma’af, apakah ini betul rumahnya Ika?
Ika         : Betul, Kalian siapa ? Ini saya sendiri. Ada yang bisa saya bantu?
Wahyu  : Saya Wahyu dan ini teman saya Ilham. Kami berdua datang kesini  
                dengan tujuan untuk mengembalikan dompet yang tadi siang kami   
                temukan dipingir jalan.
Ika        :  Menemukan dompet?! Sebentar ya, saya lihat dulu. Silahkan masuk! Jangan malu-
                malu.

   Ika masuk ke kamar dan mengecek dompet tesebut, sementara Wahyu dan Ilham masih berada diruang tamu.

Ika          : Benar, ini memang dompet saya.Kalian menemukannya dimana?
Wahyu   : Kami tidak sengaja menemukannya di jalan yang tidak jauh dari sekolah kami.
Ika          : Terimakasih banyak ya, sudah mau mengembalikan dompet saya
     yang kalian temukan. Kalian baik sekali.
Wahyu   : Itu memang sudah menjadi kewajiban kami untuk mengembalikan
                 sesuatu yang menjadi hak orang lain.
Ilham     : Iya benar kak. (seolah belum ikhlas untuk mengembalikan dompetnya).
Ika          : Sekali  lagi,,, terimakasih banyak ya sudah mengembalikan dompet ini.
Wahyu  dan Ilham : Iya,,, Sama-sama kak !
Ika         : Karena kalian sudah jujur dan baik hati untuk mengembalikan dompet
                saya dengan isi yang masih utuh, sebagai gantinya saya berikan ini untuk
                kalian. (sambil menyondongkan uang Rp. 200.000,00).
Wahyu  : Emmm, tidak usah repot-repot kak, kita ikhlas kok !
Ika         : Tidak  apa-apa, sudah ambil saja !
Ilham    : Emm, makasih banyak ya kak .( Sambil mengambil uangnya ).
Ika        : Iya sama-sama dek . Justru kakak yang berterimakasih banyak kepada
               kalian.
Wahyu : Ya sudah, kita pamit pulang dulu ya, kak !
Ika        : Iya, kapan-kapan mampir lagi ya ! (sambil mengantarnya depan pintu).
Wahyu dan Ilham : Iya kak, Assalamualaikum. (berjalan sambil membagi dua uangnya).
Ika       : Wa’alaikum salam.
          
Setelah mereka mengembalikan dompetnya, mereka pun pulang ke rumah Wahyu.

Wahyu dan Ilham : Assalamuaikum.
Mama, Siti, dan Kurniadi : Wa’alaikum salam.
Kurniadi : Wahyu apakah dompetnya sudah di kembalikan?
Wahyu   : Sudah Mas Adi.
Kurniadi : Oh, baguslah kalau begitu.
Lala         : Nah, begitu. Mulai sekarang jangan sampai hal seperti itu terulang  
                 kembali. Jika kita menemukan barang atau benda apapun di tempat   
                 umum atau dijalan yang bukan milik kita , kita harus segera
                 mengembalikan barang tersebut kepada pemiliknya. Selain kita
                 mendapatkan pahala, kita juga akan terbiasa bersikap jujur.
Wahyu   : Iya mam, kita akan selalu ingat nasihat mama dan tidak akan mengulangi perbuatan
                 seperti itu lagi.
Kurniadi :  Tuh, dengarkan nasihat orang tua.
Ilham       : Iya mas Adi.
Wahyu    :  Oh iya mas, tadi kita berdua diberi uang oleh si pemilik dompet.
Kurniadi  : Lalu, uangnya kalian terima ?
Ilham      : Ya tentu saja mas, kami terima uangnya. Masa rezeki kami tolak.
Wahyu    : Tahu si ilham main ambil-ambil saja, mas.
Ilham       : Yeeee, kamu juga mau kan?!
Wahyu    : Iiiya.(sambil mengerutkan dahinya).
Ilham       : Huuuuh. Kamu ini. (sinis)
Kurniadi  : Eeeeeh jangan. (Wahyu dan ilham kaget mendengarnya).
       Maksud mas jangan tidak di tolak. Hehehehee.

Dan mereka pun tertawa bersama. :)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Ika Melya Astuti Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei